Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Hazard Observation (HAZOB) dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Biru HQ Surabaya yang beroperasi di area padat penduduk dengan keterbatasan lahan. Data HAZOB dikumpulkan selama bulan November 2025 dan dianalisis secara deskriptif untuk melihat pola bahaya dan tindak lanjut. Hasil menunjukkan bahwa temuan Unsafe mendominasi observasi, sementara tidak adanya laporan Near Miss mengindikasikan lemahnya budaya pelaporan. Kategori bahaya terbesar berasal dari Tool & Equipment (38%) dan Work Environment (31%), terutama akibat kurangnya inspeksi alat, penataan material yang tidak optimal, dan kondisi kerja yang sempit. Evaluasi mengungkapkan bahwa sistem HAZOB telah berjalan namun belum sesuai dengan prinsip continuous improvement. Penelitian merekomendasikan peningkatan inspeksi, pelaporan Near Miss, dan integrasi hasil HAZOB dalam pertemuan keselamatan untuk meningkatkan efektivitas K3.
Copyrights © 2026