Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular yang paling umum ditemukan dalam praktek kesehatan. Komplikasi hipertensi dapat mengenai berbagai organ target seperti jantung, otak, ginjal, mata dan arteri perifer. Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 18 tahun yaitu 8,4%. Adapun prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,11% dan Kabupaten Karanganyar 29,4%. Sedangkan pada tingkat kabupaten, Jaten merupakan kecamatan tertinggi di Kabupaten Karanganyar dimana prevalensinya 13.21%, yang didiagnosis dokter dengan klasifikasi umur 15-24 tahun 5.14%, 25-34 tahun 5.36%, dan 35-44 tahun 13.85%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami atau herbal yang memiliki beberapa keuntungan yaitu efek samping rendah dan lebih terjangkau karena menggunakan bahan alami yang mudah didapatkan di lingkungan rumah. Salah satu tanaman herbal Indonesia yang mudah ditanam, baik dataran tinggi maupun dataran rendah dan biasa digunakan masyarakat untuk terapi hipertensi adalah seledri (Apium graveolens). Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang di Desa Ngringo RT 001/RW 015, Jaten, Karanganyar, peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan bahan alam untuk hipertensi serta pengolahan bahan alam menjadi produk teh herbal untuk pencegahan hipertensi. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan pemanfaatan bahan alam untuk hipertensi berdasarkan nilai pre test dan post test yang signifikan. Terdapat produk teh herbal seledri yang dapat dimanfaatkan untuk pencegahan hipertensi.
Copyrights © 2025