Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Effervescent Granule Formulation of Bitter Melon Extract (Momordica charantia L.) with Gelatin as A Wet Granulation Binder Wati, Setia; Saryanti, Dwi
Journal of Nutraceuticals and Herbal Medicine Vol 1, No 1 (2019): JNHM 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jnhm.v2i1.8052

Abstract

Bitter melon plants (Momordica charantia L.) have a bitter taste and are used as medicinal plants as diabetes, so effervescent granule preparation is made because it can be given to people who have difficulty swallowing tablets or capsules. This study to make effervescent granules formulation of bitter melon with variations the concentration of gelatin as a binder. Gelatin will produce granules of uniform size and have stronger binding capacity between particles than starch and PVP. The method of making effervescent granules was carried out by wet granulation separately. Effervescent granules are formulated with gelatin concentrations of 3%, 6% and 9%. The granules obtained were carried out by organoleptic evaluation, flow time, tapping test, water content, pH test, dissolution time and taste response. The result of evaluation physical properties obtained brown granule shape, while the result of testing the flow time, tapping test, pH test, dissolved time obtained the results that meet the requirements and moisture content tests did not meet the requirements because the use of hygroscopic acids other than that affected by the process during granule making effervescent. The taste respons test was carried out on 20 panelists, formula III had a sour taste and was preferred. Based on these results the best formula of effervescent granules is formula III because the higher the concentration of gelatin will increase the binding capacity between particles, so that the friction force between particles becomes more complicated and the flow rate gets better, and provide a sour taste so that the bitter taste of the bitter melon can be covered.
OPTIMASI ASAM STEARAT DAN TEA PADA FORMULA SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) Saryanti, Dwi; Setiawan, Iwan; Safitri, Romadona Ayu
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 1 No 3 (2019): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.503 KB) | DOI: 10.33759/jrki.v1i3.44

Abstract

Banana kepok peel has flavonoid compounds used as antioxidants. The aim of this research is to get optimum formula of cream by combination of stearic acid and trietanolamin on good physical propertie of cream. Cream was made with stearic acid 15% minimum concentration and maximum concentration 17%, triethanolamine with minimum concentration 2% and maximum concentration 4%. The optimization of the formula was using the simplex lattice design method with parameters are pH, viscosity, spreadability, adhesion and protection. The optimum cream formula on the combination of stearic acid 16.7 grams and triethanolamine 2.3 grams. Verification results of optimal formula cream for pH got 6.1, viscosity 237.47, adhesion 12.32, power spread 18.11, protection 14.98 which showed no significant difference in the test, and has good stability.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL ANTISEPTIK EKSTRAK DAUN CABE RAWIT (Capsicumfrutescens L) DENGAN METODE REPLIKA Fatmawati, Suci Muslikah; Setiawan, Iwan; Saryanti, Dwi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun cabe rawit (Capsicum ftutescens L) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri sehingga perlu dibuat sediaan yang lebih praktis dalam bentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi gelling agent carbopol 940 terhadap stabilitas fisik sediaan gel ekstrak daun cabe rawit, mengetahui konsentrasi gellingagent carbopol 940 yang baik untuk gel ekstrak daun cabe rawit dan untukmengetahui pengaruh sediaan gel ekstrak daun cabe rawit terhadap penurunan jumlah koloni bakteri sebelum dan setelah menggunakan gel antiseptik ekstrak daun cabe rawit dengan metode replika. Ekstrak daun cabe rawit diperoleh melalui proses ekstraksi maserasi menggunakan etanol 96% selama 5 hari. Gel dibuat menggunakan gelling agent carbopol 940 dengan konsentrasi 0,5%, 1,5% dan 2%. Uji efektivitas, stabilitas fisik dan aseptabilitas dilakukan pada hari ke 0, 7, 14, 21 dan 28. Metode replika digunakan untuk mengetahui efektivitas gel antiseptik. Uji stabilitas fisik meliputi organoleptis (warna, bentuk, bau, rasa), homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, daya sebar dan kemampuan proteksi. Aseptabilitas dilakukan dengan parameter uji meliputi gel lembut di kulit, gel tidak mengiritasi kulit, gel nyaman digunakan, gel mudah digunakan, dan gel terasa dingin di kulit. Berdasarkan hasil yang diperoleh, gel antiseptik ekstrak daun cabe rawit dengan konsentrasi carbopol 1,5% menghasilkan efektivitas, stabilitas fisik dan aseptabilitas paling baik.
OPTIMASI CAMPURAN AVICEL PH 101 DAN LAKTOSA SEBAGAI BAHAN PENGISI PADA TABLET EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) SECARA GRANULASI BASAH Kokafrinsia, Zila Tjhia; Saryanti, Dwi
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v3i2.124

Abstract

Rosella flower (Hibiscuss sabdariffa L.) in traditional medicine can provide protection against various diseases, such as coronary heart disease, cancer, lowering cholesterol, and liver disorders. This study aims to obtain the optimum formula of tablet of rosella flower extract with a mixture of Avicel PH 101 and lactose as a filler using wet granulation method. Rosella flower extract was obtained by maceration of rosella flower powder using 70% ethanol. The optimization formula for tablets using the Simplex Lattice Design method with Design Expert software version 10. The parameters used in the optimization are weight variation, hardness, friability and disintegration time. Verification of the optimal formula using the SPSS 18 program with the One Sample T-test method with a confidence level of 95%. The results showed that the optimal formula of tablet of rosella flower extract was the Avicel PH 101 97.82%: 2.17% lactose. The optimal formula has weight variation 1.53% ± 0.0073; hardness 5.087 kg ± 0.5135; the friability is 0.3% ± 0.041. The resulting disintegration was 22.99 minutes ± 2.218. The results of the verification of the optimal formula show that there is no significant difference between the predictions of the Simplex Lattice Design method and the results of the tests performed so that it can be said that the method is valid.
Pembuatan dan Karakterisasi Ekstrak Aquadest Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn.) Rahmawati, Aulia Nur; Putri, Dea Annisa; Kusuma, Eka Wisnu; Saryanti, Dwi
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.19378

Abstract

Psidium guajava L. adalah tumbuhan dari kelompok Myrtaceae yang dapat menghasilkan buah dalam jumlah besar untuk setiap masa panennya. Melimpahnya buah jambu biji merah dan kandungan fitokimianya menjadikan buah Psidium guajava memiliki potensi untuk dapat dikembangkan menjadi sediaan obat bahan alam yang lebih bermanfaat dengan proses ekstraksi menggunakan pelarut aquadest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah informasi terkait dengan beberapa parameter mutu ekstrak air buah jambu biji merah (EAJM) sebagai salah satu tahapan dalam karakterisasi ekstrak. Metode penelitian yang digunakan adalah penetapan kadar abu, skrining fitokimia, penetapan kadar fenol, penetapan kadar minyak atsiri, dan pengujian cemaran mikroba. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa EAJM memiliki senyawa fenol, saponin, dan minyak atsiri, kadar abu sebesar 0,1425 ± 0,0028%,  kadar fenol sebesar 4,037±0,019 mgGAE/gram, kadar minyak atsiri sebesar 1,887%±0.029 %, nilai angka lempeng perkiraan dan angka kapang adalah 101 koloni/gram lebih rendah dari batas cemaran mikroba yang dipersyaratkan. Kata Kunci: Psidium guajava L., Ekstrak, Abu, Fenol, Cemaran Psidium guajava L. is a member of family Myrtaceae which can produce a lot of fruits in every harvesting time. The abundance of fruits and phytochemical content of Psidium guajava L. potentialy could be developed as a natural formulation. Aquadest can be used as a extraction solvent to maintain the safety of the yield. This study aims to supplement information related to the extract parameter as a step of Psidium guajava fruit aqueous extract (EAJM) characterization. This study done to determine the extract ash content, phytochemical screening, total phenolic content, essential oil content, and determine microbial contamination. The results showed that EAJM contains phenol, sapponin, and essential oil with ash content of 0,1425 ± 0,0028%,  total phenol of 4.037±0.019 mgGAE/gram, and essential oil content of 1.887%±0.029%. Microbial contamination test showed that the total bacterial and mould plate count were 101 cfu/gram which is lower than the contamination limit.
Preparasi dan Karakterisasi Nanokolagen dari Tulang dan Kulit Belut Sawah (Monopterus albus) yang Berpotensi sebagai Bahan Baku Kosmetik Puspitasari, Dian; Saryanti, Dwi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.38842

Abstract

Pengembangan bahan baku kosmetik berbasis nanopartikel semakin banyak dikembangkan dengan alasan karena partikel dengan ukuran nano akan lebih mudah untuk diserap dan terdifusi dalam kulit daripada partikel yang memiliki ukuran lebih besar. Hal ini juga lah yang mendasari dikembangkannya nano kolagen dari tulang dan kulit belut sawah yang berpotensi sebagai bahan baku kosmetik. Untuk membuktikan keberhasilan preparasi nano kolagen dari tulang dan kulit belut sawah tersebut maka pada penelitian ini dilakukan karakterisasi nanokolagen yang dihasilkan. Pada Penelitian ini kolagen diisolasi dengan Metode asam basa dilanjutkan dengan pengecilan ukuran partikel secara top down selanjutnya nanokolagen yang diperoleh dikarakterisasi meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, ukuran partiel, zeta potensial dan analisis gugus fungsi dengan FTIR. Dari penelitian ini diperoleh Nanokolagen dari kulit dan tulang belut sawah dengan rendemen 2,28% yang memiliki karakteristik sebagai berikut kadar air 7,35 ± 0,38 %, kadar lemak 13,22 ± 0,41 %, kadar protein 24,89 ± 0,27 %, ukuran partikel  591,6 ± 77,2 nm, zeta potensial 0.2 mV  dan hasil analisa FTIR menunjukkan puncak serapan khas kolagen yaitu Amida A, Amida B, Amida I, Amida II dan III.
FORMULASI SEDIAAN FACE SPRAY EKSTRAK KULIT LEMON (Citrus Limon L.) SEBAGAI PELEMBAB WAJAH: Formulasi Sediaan Face Spray Ekstrak Kulit Lemon (Citrus Limon L.) Sebagai Pelembab Wajah Ramadhan, fitra Isnaini Wulan; Saryanti, Dwi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 01 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i01.1534

Abstract

Lemon fruit skin contains flavonoid compounds which can moisturize human skin. The aim of this research was to determine the concentration of lemon peel extract (Citrus limon L..) as a facial moisturizer. The face spray preparation was then made into three formulations consisting of 5%, 7.5% and 10%, then physical properties were tested, pH test, clarity test, homogeneity test, specific gravity test, viscosity test, irritation test and moisture test. The results obtained from testing the physical properties of lemon peel extract face spray preparations, both formulas 1, 2 and 3, produced good physical quality and obtained moisture from the lemon peel extract face spray, namely in formula 1 it was 38.1%, formula 2 was 53. 1% and formula 3 58.9% which is included in the moist category, so it can be concluded that the face spray preparation of lemon peel extract with the best concentration, namely formula 3, can moisturize the face. The stability results of the face spray preparation were stable using the freeze thaw method
Formulasi Sediaan Eyeshadow Compact Powder Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val): Formulation of Eyeshadow Compact Powder Turmeric Extract (Curcuma domestica Val) Sari, Ananda Alfira; Saryanti, Dwi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i3.2436

Abstract

Eyeshadow compact powder is a solid-shaped cosmetic that can give color to the eyelids aiming to give a firm impression on the user. Synthetic dyes are still often used in cosmetics because they are bright but harmful in color. The curcumin compound in turmeric (Curcuma domestica Val.) makes it an alternative to the natural yellow dye. This study aims to utilize turmeric dye as a natural dye for eyeshadow compact powder and determine its stability. The method used in making extracts is the maceration method of 96% ethanol extract solvent. The concentration of eyeshadow compact powder turmeric extract is 5%, 10%, and 15%. The parameters tested include organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, cracking, polishing, stability, and hedonic tests. The results of the three eyeshadow compact powder formulas meet the requirements in organoleptis tests, homogeneity, dispersion, polishing power, hedonic tests, and pH tests. The results of the 15% concentration of turmeric extract compact powder eyeshadow showed physical properties including dark yellow color, compact powder form, turmeric odor strong, homogeneous, dispersed, and pH test of (6.9±0.1), polishing test of (1.3±0.57), and hedonic test most preferred by panelists. Keywords:          Eyeshadow Compact Powder, Curcumin, Turmeric, Natural Dyes   Abstrak Eyeshadow compact powder merupakan kosmetik berbentuk padat yang dapat memberikan warna pada kelopak mata bertujuan untuk memberikan kesan tegas pada pengguna. Pewarna sintetis masih sering digunakan dalam kosmetik karena warnanya cerah namun berbahaya. Senyawa kurkumin didalam kunyit (Curcuma domestica Val.) menjadikannya suatu alternatif pewarna yang alami berwarna kuning. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pewarna kunyit sebagai pewarna alami eyeshadow compact powder dan mengetahui stabilitasnya. Metode yang digunakan pada pembuatan ekstrak yaitu metode maserasi pelarut ekstrak etanol 96%. Konsentrasi eyeshadow compact powder ekstrak kunyit yaitu 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang diuji meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, keretakan, poles, stabilitas, dan hedonic. Hasil ketiga formula eyeshadow compact powder memenuhi persayaratan pada uji organoleptis, homogenitas, dispersi, daya poles, uji hedonic, dan uji pH. Hasil penelitian eyeshadow compact powder ekstrak kunyit konsentrasi 15% menunjukkan sifat fisik antara lain warna kuning tua, bentuk compact powder, bau kunyit kuat, homogen, terdispersi, dan uji pH sebesar (6,9±0,1), uji poles sebesar (1,3±0,57), dan uji hedonik yang paling disukai panelis. Kata Kunci:         Eyeshadow Compact Powder, Kurkumin, Kunyit, Pewarna Alami
Edukasi dan Workshop Aplikasi Antioksidan Alami Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) dan Tepung Beras dalam Sediaan Masker di Desa Bakipandeyan, Baki, Sukoharjo Anggraini, Devina Ingrid; Saryanti, Dwi; Pratikno, Argia Lovent
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i2.731

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung senyawa aktif seperti saponin, tanin, dan flavonoid yang bersifat antioksidan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan masker alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi warga Desa Bakipandeyan mengenai pemanfaatan daun jambu biji sebagai masker untuk mengatasi masalah kulit akibat sinar matahari. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan workshop pembuatan masker berbahan daun jambu biji dan tepung beras. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pembuatan simplisia berbahan alami serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman lokal. workshop juga dirancang agar peserta mampu memproduksi masker secara mandiri dengan alat sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, ditunjukkan oleh perbedaan hasil pretest dan post-test, dengan nilai signifikansi uji T-Test < 0,005. Ini menunjukkan keberhasilan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan bahan alam.
PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) FRAKSI DAUN MURBEI (Morus alba L) SEBAGAI TABIR SURYA Saryanti, Dwi; Nur Rahmawati, Aulia; Utami , Nastiti; Putri Atmaja, Aulia
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.354

Abstract

Nilai Sun Protection Factor (SPF) merupakan salah satu indikator kefektifan suatu produk dalam menangkal sinar UV. Daun murbei mempunyai kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Flavonoid dapat digunakan sebagai pelindung kulit karena adanya gugus kromofor sehingga mampu menangkal radiasi UV A serta UV B sehingga mereduksi paparan di permukaan kulit manusia dapat direduksi. Penelitian yang dilakukan mempunyai maksud untuk menentukan nilai SPF fraksi air, etil asetat dan n-heksana daun murbei. Daun murbei dimaserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian diekstraksi menggunakan air, etil asetat dan n-heksana. Nilai SPF ditentukan secara in vitro dengan metode spektrofotometri UV. Hasil penelitian diperoleh fraksi etil asetatmempunyai nilai SPF tertinggi sebesar 37,224. Nilai SPF pada fraksi air dan n-heksana daun murbei sebesar 31,276 dan 17,002. Nilai SPF pada fraksi etil asetat dan air daun murbei termasuk kategori tinggi (30-50) dan pada fraksi n-heksana termasuk kategori sedang (15-30).