Mahasiswa rentan mengalami stres akademik akibat tuntutan tugas, tekanan sosial, dan keterbatasan waktu. Kondisi ini tidak hanya mengganggu performa belajar, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam hubungan antara stres akademik dan kesehatan mental mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Tiga mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh dipilih sebagai informan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik muncul dari beban tugas berlebih, ekspektasi keluarga dan dosen, serta keterampilan manajemen waktu yang terbatas. Dampaknya meliputi kelelahan emosional, kecemasan, sulit tidur, mudah tersinggung, penurunan motivasi, dan kecenderungan menarik diri. Namun, strategi koping adaptif seperti manajemen waktu, relaksasi, journaling, aktivitas spiritual, serta dukungan sosial terbukti membantu mereduksi tekanan tersebut. Penelitian ini menegaskan adanya hubungan negatif antara stres akademik dan kesehatan mental mahasiswa, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan institusi dalam menyediakan layanan konseling dan pelatihan pengelolaan stres.
Copyrights © 2026