Pembelajaran di sekolah menengah masih menunjukkan rendahnya kompetensi lintas budaya siswa, terutama dalam kemampuan memahami perbedaan nilai dan berinteraksi produktif dalam konteks keberagaman, sehingga diperlukan strategi yang lebih aplikatif untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas strategi pembelajaran berbasis proyek dalam mengembangkan kompetensi lintas budaya melalui studi kepustakaan dengan menelaah artikel empiris dan konseptual terkait implementasi project-based learning (PjBL) pada konteks multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL mendorong kolaborasi, dialog budaya, pemecahan masalah autentik, serta peningkatan sensitivitas budaya melalui aktivitas proyek yang terstruktur dan relevan dengan pengalaman siswa. Studi kasus dari beberapa penelitian memperlihatkan bahwa keterlibatan siswa dalam proyek lintas budaya menghasilkan peningkatan empati, kemampuan komunikasi antarbudaya, dan kesadaran sosial yang lebih tinggi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PjBL merupakan strategi efektif dalam mengembangkan kompetensi lintas budaya di sekolah menengah, meskipun penerapannya membutuhkan dukungan guru, kesiapan kurikulum, dan fasilitas kolaboratif. Implikasi penelitian ini mencakup perlunya integrasi proyek lintas budaya sebagai bagian dari kebijakan pembelajaran serta peluang penelitian lanjut untuk menguji model PjBL berbasis konteks lokal.
Copyrights © 2026