Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moral, dan intelektualitas umat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial, kurikulum pesantren dituntut untuk melakukan rekonstruksi agar tetap relevan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengeksplorasi perkembangan kurikulum pesantren dari perspektif sejarah hingga tantangan masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pesantren telah bertransformasi dari model tradisional (salaf) yang berfokus pada pengkajian kitab kuning melalui metode sorogan dan bandongan, menuju model modern (khalaf) dan komprehensif yang mengintegrasikan kurikulum nasional serta pendidikan umum. Meskipun mengalami modernisasi, pesantren tetap menghadapi tantangan fundamental, seperti ketimpangan sumber daya manusia, integrasi kurikulum yang belum proporsional, serta hambatan digitalisasi. Kedepannya, pengembangan kurikulum diarahkan pada model integratif-kontekstual yang memadukan ilmu agama, sains, dan keterampilan hidup (life skills) guna melahirkan lulusan yang kompetitif di era globalisasi.
Copyrights © 2026