Indonesia sebagai negara multikultural memiliki tantangan dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di tengah keberagaman keyakinan. Pendidikan dasar menjadi fase strategis dalam menanamkan nilai toleransi beragama sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun sikap toleransi beragama peserta didik di lingkungan sekolah dasar multireligius. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SD Negeri 1 Buntu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, peserta didik kelas IV–VI, dan wali murid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang komprehensif sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan pengelola kelas dalam menanamkan nilai toleransi beragama. Nilai toleransi diintegrasikan dalam pembelajaran akhlak, kisah Nabi Muhammad SAW, ayat Al-Qur’an, dan hadis, serta diperkuat melalui pembiasaan, keteladanan, dan kerja sama antara sekolah dan orang tua. Sikap dan respons peserta didik menunjukkan kecenderungan positif, tercermin dalam perilaku saling menghargai, tidak melakukan perundungan berbasis agama, serta mampu berinteraksi secara harmonis dengan teman yang berbeda keyakinan. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang bersifat holistik dan kontekstual berkontribusi signifikan dalam membangun karakter toleransi beragama pada peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026