Platform sosial media membentuk persepsi masyarakat tentang apa yang dianggap “cantik” dan “ideal”. Tubuh langsing, kulit cerah, wajah simetris, serta gaya hidup tertentu sering kali dijadikan patokan nilai estetika yang harus dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna citra tubuh (body image) dan bagaimana persepsi tersebut memengaruhi kepercayaan diri mahasiswi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis deskriptif, penelitian ini melibatkan tiga mahasiswi aktif sebagai partisipan yang memiliki latar belakang sosial dan pengalaman pribadi berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipatif, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat antara body image dan kepercayaan diri. Mahasiswi yang memiliki body image positif menunjukkan penerimaan diri yang tinggi, pandangan realistis terhadap tubuh, serta rasa percaya diri yang stabil dalam berinteraksi sosial. Sebaliknya, body image negatif berkaitan dengan munculnya rasa minder, ketidakpuasan terhadap tubuh, dan penurunan kepercayaan diri, terutama ketika terpapar komentar sosial dan media. Faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, serta media sosial, terbukti berperan signifikan dalam membentuk persepsi tubuh. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerimaan diri (self-acceptance), literasi media, dan dukungan sosial sebagai faktor pelindung dalam membangun kepercayaan diri yang sehat di kalangan mahasiswi.
Copyrights © 2026