Tantangan global seperti ketidakadilan sosial, intoleransi, dan konflik menegaskan kebutuhan mendesak bagi generasi muda untuk menjadi agen perdamaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi generasi muda dalam mempromosikan keadilan dan perdamaian melalui pendidikan karakter, nilai-nilai agama, dan program pembelajaran berbasis proyek, seperti Youth for Peace. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap peserta muda, penelitian menemukan bahwa kesadaran tentang keadilan dan perdamaian sudah ada, tetapi implementasinya masih terbatas akibat rendahnya keterlibatan sosial, disinformasi, dan pengaruh media digital. Integrasi pendidikan moral, agama, dan literasi digital dapat memperkuat kapasitas generasi muda untuk bertindak secara bertanggung jawab dan kolaboratif dalam mempromosikan perdamaian. Temuan ini menekankan bahwa dengan dukungan program pendidikan dan inisiatif sosial yang terstruktur, generasi muda memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada masyarakat yang adil, inklusif, dan harmonis. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan organisasi masyarakat dalam mengembangkan program generasi muda yang menumbuhkan berpikir kritis, kolaborasi, dan tindakan etis.
Copyrights © 2025