Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering ditangani melalui swamedikasi. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tata laksana diare dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tata laksana diare terhadap kerasionalan swamedikasi pada masyarakat Desa Karang Anyar Lumajang. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 75 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tata laksana diare dengan kerasionalan swamedikasi (p<0,05). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang tata laksana diare tergolong cukup dengan persentase 71,62%, sedangkan kerasionalan swamedikasi tergolong baik dengan persentase 77,73%. Koefisien korelasi Kendall's Tau sebesar 0,876 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan masyarakat mengenai tata laksana diare, maka semakin rasional pula tindakan swamedikasi yang dilakukan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi edukasi kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam praktik swamedikasi yang aman dan rasional.
Copyrights © 2026