This research examines the implementation of Kurikulum Merdeka, which is being gradually introduced across basic education units in Indonesia. This curriculum is designed to provide flexibility for learner-centered learning and to adapt education to the dynamics of the times and the individual needs of students. In this context, SD Muhammadiyah 4 Bandung is one of the schools that has adopted the Kurikulum Merdeka and implemented it in Informatics subjects. This study aims to assess the implementation of Kurikulum Merdeka at SD Muhammadiyah 4 Bandung, with a focus on the implementation of Informatics learning and student learning outcomes. The method employed is a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews with the principal, the vice principal for curriculum, and the Informatics teachers. The results showed that although this curriculum provides teachers with flexibility to customize instruction, there remain challenges, including teacher readiness to use technology and differences in students' ability to operate devices such as Chromebooks. Therefore, ongoing teacher training and additional support for students are needed to optimize the implementation of the curriculum. This research provides recommendations to strengthen teacher training, increase evaluation time, and improve support systems to better respond to evolving educational needs. Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka yang saat ini sedang diterapkan secara bertahap di berbagai satuan pendidikan dasar di Indonesia. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran yang berpusat pada murid serta menyesuaikan pendidikan dengan dinamika zaman dan kebutuhan individu murid. Dalam konteks tersebut, SD Muhammadiyah 4 Bandung menjadi salah satu sekolah yang telah mengadopsi Kurikulum Merdeka dan menerapkannya dalam mata pelajaran Informatika. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah 4 Bandung, dengan fokus pada pelaksanaan terhadap pembelajaran Informatika dan hasil belajar murid. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru Informatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum ini memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menyesuaikan pembelajaran, masih terdapat tantangan seperti kesiapan guru dalam penggunaan teknologi serta perbedaan kemampuan murid dalam mengoperasikan perangkat seperti Chromebook. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan bagi guru dan dukungan tambahan bagi murid sangat diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat pelatihan guru, meningkatkan waktu untuk evaluasi, dan memperbaiki sistem dukungan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pendidikan yang terus berkembang. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; pembelajaran Informatika; pendidikan dasar; teknologi
Copyrights © 2025