Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode, tempat, dan lama penyimpanan terhadap perubahan sifat fisik serta kandungan gizi pada beberapa varietas ubi jalar (Ipomoea batatas), yaitu varietas Gisting, Marga, dan Manohara. Penelitian pertama dilakukan pada dua kondisi penyimpanan, yaitu suhu ruang (30–32°C, RH 58–70%) dan suhu dingin (25–26°C, RH 85–90%) selama 8 minggu pada varietas Gisting dan Marga. Penelitian kedua menggunakan varietas Manohara yang disimpan selama 0, 14, dan 28 hari pada dua tempat berbeda, yaitu di lantai dan di dalam kardus. Parameter yang diamati meliputi susut bobot, kadar air, total padatan terlarut (TPT), panjang dan jumlah tunas, serta kandungan proksimat (protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu, dan BETN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rendah dan kelembaban tinggi mampu menekan laju susut bobot, menurunkan laju pertumbuhan tunas, dan mempertahankan kadar air serta protein kasar. Kondisi penyimpanan dingin (25–26°C, RH 85–90%) dan penyimpanan di lantai selama 28 hari memberikan hasil terbaik dalam mempertahankan mutu fisik dan gizi ubi jalar. Dengan demikian, pengaturan suhu dan kelembaban relatif udara menjadi faktor penting dalam memperpanjang umur simpan serta menjaga kualitas nutrisi umbi jalar selama penyimpanan.
Copyrights © 2025