Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, yang dipengaruhi antara lain oleh gangguan tidur. Durasi tidur yang tidak adekuat dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis, peningkatan hormon stres, dan disfungsi endotel yang berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciptodadi Kabupaten Musi Rawas, serta mengkajinya dari perspektif ajaran Islam. Metode penelitian menggunakan desain case-control analitik observasional dengan 60 responden (30 kasus hipertensi dan 30 kontrol non-hipertensi) berusia 20–50 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, pengukuran tekanan darah digital, dan wawancara pola tidur. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara durasi tidur dengan kejadian hipertensi (p=0,001; OR=5,67; 95% CI: 1,98–16,23). Sebanyak 67,9% responden dengan durasi tidur tidak normal (<6 jam atau >9 jam) mengalami hipertensi, yang menunjukkan risiko 5,67 kali lebih tinggi dibandingkan durasi tidur normal (6–8 jam). Dalam perspektif Islam, tidur yang cukup dan berkualitas merupakan bagian dari menjaga kesehatan sebagai amanah Allah SWT, sesuai dengan prinsip keseimbangan dalam Al-Quran dan Hadits. Disimpulkan bahwa durasi tidur berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah, sehingga menjaga tidur yang adekuat dapat menjadi strategi non-farmakologis dalam pengelolaan hipertensi. Rekomendasi mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya higiene tidur yang baik, modifikasi gaya hidup untuk meningkatkan kualitas tidur, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam promosi kesehatan terkait pola tidur yang sehat.
Copyrights © 2026