RISC-V merupakan Instruction Set Architecture (ISA) terbuka yang telah menarik perhatian luas di kalangan peneliti dan pelaku industri semikonduktor sejak pertama kali dikembangkan di UC Berkeley. Artikel ini menyajikan systematic literature review dan analisis komparatif untuk menilai potensi RISC-V dalam menggantikan dominasi arsitektur proprietari seperti x86 dan ARM. Kajian ini mencakup analisis terhadap aspek performa, efisiensi energi, struktur lisensi dan biaya, serta dinamika ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak yang menopang pertumbuhan RISC-V. Selain itu, disertakan pula studi kasus teknis terhadap prosesor RISCV multikore untuk pasar massal, yakni Sophon SG2042. Temuan menunjukkan bahwa RISC-V telah menunjukkan daya saing yang menjanjikan dalam beban kerja compute-bound, serta menawarkan keunggulan dalam hal fleksibilitas desain dan bebas biaya lisensi. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal efisiensi subsistem memori dan keterbatasan ekosistem perangkat lunaknya dibandingkan dengan platform yang telah mapan. Di sisi lain, kemajuan industri seperti pembentukan konsorsium Quintauris, penguatan toolchain, dan dukungan kebijakan di sejumlah negara, memperkuat potensi adopsi RISC-V di berbagai sektor seperti IoT, otomotif, dan edge AI. Artikel ini merekomendasikan fokus riset ke depan diarahkan pada peningkatan kinerja subsistem memori RISCV, penguatan infrastruktur perangkat lunak (toolchain), serta pengembangan kolaborasi antara industri dan akademisi guna mempercepat adopsi arsitektur terbuka ini.
Copyrights © 2025