Salah satu pendekatan yang relevan dalam menganalisis bahasa dalam teks sejarah adalah Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) yang dikembangkan oleh M.A.K. Halliday. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara bahasa digunakan untuk merepresentasikan peristiwa sejarah, membangun posisi komunikatif, serta mengorganisasi informasi dalam konteks budaya lokal Enrekang. Data dalam penelitian ini berupa teks sejarah tentang Benteng Alla yang diperoleh dari dokumen tertulis (artikel sejarah, arsip budaya daerah, sumber pendidikan); dan naskah atau teks hasil observasi lapangan dan wawancara dengan narasumber lokal (jika tersedia). Sumber data bersifat tertulis dan kontekstual, dengan tujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa dalam konstruksi sejarah local. Hasil penelitian membuktikan bahwa kategori temuan berdasarkan teori LSF, yaitu metafungsi ideasional: analisis proses (material, relasional, mental), peserta, dan keterangan, metafungsi interpersonal: analisis mood, modality, dan evaluasi sikap, dan metafungsi tekstual: analisis tema-tema, kohesi, dan organisasi teks. penerapan teori LSF dalam teks sejarah ini membuktikan bahwa bahasa tidak hanya sebagai alat informasi, tetapi juga sebagai cermin dari makna sosial, sikap, dan struktur ideologis yang hidup dalam budaya masyarakat Enrekang.
Copyrights © 2025