JENGGALA: Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan
Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025

Studi Ergonomi Terhadap Tingkat Pencahayaan, Suhu, dan Kelembapan Lingkungan Kerja di PR. Alaina

Wijayati, Ekawati Wasis (Unknown)
Nurfitria, Azalia (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Jan 2026

Abstract

Lingkungan kerja fisik, terutama di pabrik, memegang peran penting dalam menentukan tingkat kenyamanan, keselamatan, dan pada akhirnya, produktivitas pekerja. Salah satu aspek penting dalam ergonomi adalah menciptakan kondisi lingkungan fisik yang optimal. Pencahayaan ruang kerja tidak cukup memadai, dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi pekerja. Selain itu, suhu dan kelembapan terlalu tinggi dapat menyebabkan kualitas udara di dalam ruangan akan menurun. Meskipun terdapat standar dan regulasi terkait lingkungan kerja, namun implementasi dan evaluasi dari ketiga faktor lingkungan fisik meliputi pencahayaan, suhu, dan kelembapan secara berkala masih perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif, di mana peneliti melakukan pengamatan, pengukuran, dan pencatatan terhadap fenomena yang terjadi pada variabel yang diteliti. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran terhadap intensitas pencahayaan setempat yang dilakukan pada meja kerja sebanyak 133 titik, sedangkan pengukuran suhu dan kelembapan dilakukan pada 6 titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan di ruang pelintingan PR. Alaina tidak memenuhi standar karena intensitas pencahayaan hasil pengukuran berada dibawah standar dengan pencahayaan paling rendah sebesar 108 lux dan paling tinggi hanya sebesar 342 lux. Hasil pengukuran tersebut masih jauh dibawah standar SNI 03-6197-2000. Sedangkan hasil pengukuran suhu dan kelembapan ruang pelintingan PR. Alaina termasuk dalam kategori tinggi dan tidak sesuai standar karena melebihi nilai ambang batas (NAB) yang direkomendasikan yaitu 23 – 26 °C. Suhu terendah sebesar 27,1 °C dan suhu paling tinggi sebesar 30,0 °C. Sedangkan kelembapan di ruang pelintingan menunjukkan hasil melebihi NAB yang direkomendasikan yaitu sebesar 40 – 60 %. Hasil pengukuran kelembapan paling rendah 70,8% dan kelembapan paling tinggi 76,5%. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap pencahayaan, suhu dan kelembapan tersebut belum memenuhi kriteria ergonomis untuk aspek fisik lingkungan kerja.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jenggala

Publisher

Subject

Health Professions Public Health

Description

Jurnal Ilmiah yang berfokus pada pengembangan kesehatan masyarakat berdasar pilar kesehatan masyarakat dan upaya manajerial unit penunjang difasilitas pelayanan kesehatan guna mencapai penyelenggaraan layanan kesehatan yang paripurna dan bermutu. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dibidang ...