Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Pengobatan konvensional seperti kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan kerap menimbulkan efek samping yang berat, sehingga mendorong masyarakat mencari alternatif pendamping berupa Terapi Komplementer dan Alternatif (TKA) melalui pengobatan tradisional. Wonosobo memiliki potensi besar dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) melalui peran aktif Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI). Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah lemahnya strategi promosi dan komunikasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan promosi para pengobat tradisional di Griya Sehat Hudaya Bhakti, Wonosobo, melalui pelatihan pemasaran digital berbasis media sosial. Metode yang digunakan ialah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, perencanaan, dan pelatihan pembuatan video promosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme pengobat tradisional terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana promosi edukatif dan etis. Implikasinya, strategi promosi digital berbasis konten edukatif dan testimoni dinilai efektif untuk memperluas jangkauan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat eksistensi pengobatan tradisional di era digital.
Copyrights © 2025