Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara tren visual generasi Z yang cenderung dinamis, personal, dan berbasis budaya populer dengan desain batik konvensional yang sarat aturan simbolik dan pakem tradisi. Ketidaksinkronan ini berpengaruh pada minat remaja dalam menGenali dan mempraktikkan batik sebagai bagian dari identitas budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter visual Gen Z serta mengadaptasikannya ke dalam perancangan motif batik cap handmade di lingkungan pendidikan menengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi proses workshop, dan dokumentasi karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih tertarik pada motif sederhana, repetitif, dan berbasis bentuk simbolik yang dekat dengan keseharian, dengan penggunaan warna cerah atau pastel yang mencerminkan ekspresi diri. Adaptasi karakter visual Gen Z dalam batik terbukti mampu meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan pemaknaan budaya pada siswa. Temuan ini memberikan implikasi terhadap pengembangan model pembelajaran batik yang lebih eksploratif, kontekstual, dan inovatif dalam mendukung pelestarian batik di kalangan generasi muda.
Copyrights © 2025