Maraknya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa Generasi Z (Gen Z) memunculkan fenomena fear of missing out (FoMO), yaitu perasaan cemas ketika tertinggal dari berbagai aktivitas sosial daring. Berdasarkan teori self-compassion yang dikemukakan oleh Neff, individu yang memiliki belas kasih terhadap diri cenderung lebih mampu mengelola emosi negatif dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial daring. Oleh karena itu, self-compassion diduga berperan sebagai faktor protektif terhadap FoMO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan FoMO pada mahasiswa Gen Z dewasa awal pengguna media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan mahasiswa sebagai populasi, dan sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Self-Compassion Scale dan Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) Scale adaptasi Bahasa Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan FoMO, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat self-compassion, semakin rendah kecenderungan FoMO. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kesadaran diri dan self-compassion sebagai strategi untuk mengurangi FoMO pada mahasiswa Gen Z pengguna media sosial.
Copyrights © 2025