Transformasi pendidikan melalui kurikulum merdeka menuntut integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam praktik pembelajaran, yang memerlukan pemahaman mendalam terhadap persepsi guru sebagai faktor kunci keberhasilan implementasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kajian sebelumnya yang menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap kurikulum baru dipengaruhi oleh dukungan kelembagaan, kompetensi pedagogik, dan pengalaman adaptasi, terutama dalam konteks lembaga pendidikan Islam yang menekankan nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap implementasi kebijakan pendidikan Islam dalam pelaksanaan kurikulum merdeka di SMP Cerdas Murni, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, diikuti analisis data interaktif dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan. Temuan menunjukkan perbedaan signifikan antara kurikulum merdeka dan kurikulum 2013 dalam hal fleksibilitas pembelajaran dan peran guru-siswa, serta integrasi nilai Islam melalui pembiasaan keagamaan, keteladanan, interaksi sosial, dan pembelajaran berbasis proyek. Namun, tantangan utama meliputi keterbatasan sarana prasarana digital, kesiapan sumber daya manusia, karakteristik peserta didik, dan dukungan kebijakan, yang memerlukan penguatan melalui peningkatan fasilitas, pelatihan berkelanjutan, dan pembinaan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan pendidikan Islam dalam kurikulum merdeka.
Copyrights © 2025