Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kreativitas dan literasi siswa sekolah dasar melalui penerapan permainan tradisional Bentengan sebagai strategi pembelajaran berbasis budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action yang melibatkan 21 siswa kelas IV SDN 1 Dadakitan. Melalui observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, serta tugas literasi reflektif, kegiatan ini mengeksplorasi bagaimana permainan Bentengan berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan berpikir kreatif dan literasi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permainan Bentengan mampu meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam hal penyusunan strategi, fleksibilitas taktik, pengambilan keputusan cepat, serta pembagian peran secara kolaboratif. Persentase ketercapaian kreativitas berada pada rentang 66,7% hingga 95,2%, dengan capaian tertinggi pada indikator ekspresi emosi positif dan kerja sama tim. Pada aspek literasi, siswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami aturan permainan (90,5%), menghubungkan aturan dengan strategi (81%), mengekspresikan emosi melalui tulisan (81%), dan menyusun kalimat sederhana dengan benar (71,4%). Temuan kualitatif mengungkap bahwa Bentengan mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Selain menjadi sarana hiburan, permainan tradisional ini juga terbukti efektif sebagai media edukatif yang memperkuat kreativitas, literasi, karakter, serta nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, Bentengan berpotensi diintegrasikan dalam pembelajaran sebagai strategi inovatif yang kontekstual dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2025