Kebisingan merupakan faktor bahaya fisik yang dapat memengaruhi kesehatan pekerja, termasuk memicu stres kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara intensitas kebisingan dengan tingkat stres kerja pada pekerja bagian produksi PT. XYZ. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 35 responden melalui teknik total sampling. Pengukuran kebisingan dilakukan pada lima titik area produksi, sedangkan pengukuran stres kerja menggunakan kuesioner OSI-R. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima titik pengukuran kebisingan melebihi nilai ambang batas ≥85 dBA, dengan kategori stres kerja responden berada pada tingkat sedang sebesar 62,86%. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara kebisingan dan stres kerja dengan p-value sebesar 0,018. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan kebisingan, semakin tinggi tingkat stres yang dialami pekerja. Disarankan perusahaan menerapkan pengendalian kebisingan, rotasi kerja, penggunaan APD, dan intervensi psikososial untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan pekerja.Kata Kunci: Intensitas Kebisingan, Stres Akibat Kerja, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Copyrights © 2026