Efisiensi energi termal merupakan faktor kunci dalam perancangan bangunan di wilayah tropis, di mana suhu udara cenderung tinggi sepanjang tahun. Penelitian ini menganalisis karakteristik perpindahan panas pada tiga material dinding bangunan yang umum digunakan di Indonesia, yaitu beton, bata merah dan kayu, dengan memanfaatkan data suhu udara harian Kota Padang pada bulan Agustus 2025 yang dihimpun dari BMKG. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengolah data suhu minimum, maksimum, dan rata-rata harian untuk menghitung laju aliran energi panas melalui mekanisme konduksi pada masing-masing material.Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa suhu rata-rata bulanan mencapai 26,9 °C dengan standar deviasi 0,999 °C, menggambarkan kondisi termal yang relatif stabil di kawasan tropis lembap. Perhitungan laju aliran energi panas mengindikasikan bahwa beton memiliki nilai tertinggi sebesar 0,0249 kWh/m² per hari, diikuti oleh bata merah sebesar 0,0187 kWh/m², sementara kayu menunjukkan nilai terendah yaitu 0,0037 kWh/m². Total energi panas bulanan memperkuat pola yang sama, di mana beton mencapai 0,748 kWh/m², bata merah 0,561 kWh/m², dan kayu 0,112 kWh/m². Temuan ini menunjukkan bahwa beton merupakan penghantar panas yang paling besar, sedangkan kayu memiliki kemampuan isolasi panas paling baik di antara material yang dikaji.Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran komparatif mengenai kinerja termal material dinding di iklim tropis dan dapat menjadi dasar dalam pemilihan material bangunan yang lebih efisien secara energi. Hasil studi ini diharapkan mendukung upaya peningkatan kenyamanan termal sekaligus optimalisasi penggunaan energi pada bangunan di kawasan tropis. Kata kunci: perpindahan panas, material bangunan, efisiensi termal, data BMKG, iklim tropis.
Copyrights © 2026