Hierarki perkotaan sangat penting dalam perencanaan wilayah dan kota, karena akan menentukan fungsi yang ingin dipenuhi oleh setiap kota. Dalam konteks perkembangan Kota Bukittinggi yang terus berkembang, sangatlah penting untuk menilai ketersediaan fasilitas umum di seluruh wilayah kota. Jumlah fasilitas yang dibutuhkan di setiap kota harus disesuaikan dengan pengaruh kota, penggunaan lahan, dan perkiraan jumlah penduduk yang akan menggunakan fasilitas tersebut. Pertambahan penduduk dan persebaran aktivitas di berbagai wilayah Kota Bukittinggi dapat menyebabkan kebutuhan akan prasarana dan sarana pelayanan semakin meningkat. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis pembentukan hierarki pusat pelayanan perkotaan di Kota Bukittinggi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas. Hasil analisis Skalogram Kota Bukittinggi mengklasifikasikan wilayah menjadi tiga hierarki. Kecamatan dengan tingkat ketersediaan fasilitas tertinggi, Kecamatan Guguk Panjang, diidentifikasi sebagai hierarki pertama. Selain itu, analisis Indeks Sentralitas menunjukkan bahwa Kecamatan Guguak Panjang dan Mandiangin Koto Selayan menempati urutan/hierarki pertama. Sedangkan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh ditempatkan pada urutan/hierarki ketiga. Kata Kunci: hirarki, pusat pelayanan, kota
Copyrights © 2026