Pengelolaan presensi perangkat desa di Kecamatan Pamotan saat ini masih menggunakan metode manual menggunakan kertas. Keterbatasan utama metode ini meliputi transparansi validasi data presensi, kemungkinan adanya manipulasi data, dan kesulitan dalam mengintegrasikan data kehadiran dengan data penggajian. Hal ini mempengaruhi tugas pengawasan dan keakuratan laporan kinerja perangkat desa yang seharusnya diurus oleh kantor kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menerapkan sistem informasi terpadu berbasis web yang menggabungkan fungsi presensi menggunakan kode QR serta modul penggajian (Siltap) secara otomatis untuk perangkat desa. Pendekatan sistem pengembangan yang digunakan adalah Extreme Programming (XP), sebuah metode agile yang transmisi kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan pengguna. Proses penelitian ini melalui empat tahapan utama XP, yaitu Planning (dengan metode Planning Game untuk mengumpulkan cerita pengguna), Design (menggunakan Simple Design dan pemodelan UML), Coding ( dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL), serta Testing. Sistem yang telah diimplementasikan diuji melalui metode analisis data, yaitu uji fungsionalitas sistem dengan Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi presensi dan penggajian sudah berjalan dengan baik. Dalam pengujian Black Box Testing, 100% skenario fungsionalitas sistem, termasuk pemindaian kode QR dan perhitungan penggajian, berjalan sesuai kebutuhan.
Copyrights © 2026