Pembelajaran matematika sering kali terputus dari pengalaman nyata siswa, membuat mereka kesulitan memahami konsep abstrak, seperti bilangan bulat dan operasinya. Ketidakpahaman siswa terhadap bilangan positif, negatif, serta operasi aritmetika sering menjadi hambatan utama dalam pembelajaran. Pendekatan PMRI menggarisbawahi pentingnya menggunakan konteks dunia nyata untuk menjembatani pemahaman ini, dengan permainan tradisional jejmok. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji Desain Local Instruction Trajectory (LIT) berbasis permainan tradisional Jejamok, untuk mengajarkan operasi bilangan bulat. Selain itu, penelitian ini menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis permainan terhadap penguasaan konsep bilangan bulat siswa serta mengevaluasi peran lesson study dalam meningkatkan kualitas perancangan dan implementasi aktivitas pembelajaran berbasis permainan pada siswa kelas 6 SDIT Insan Rabbani, Kotabumi, Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan metode Design Research dengan pendekatan kualitatif. Tipe penelitian yang digunakan adalah Validation Studies dengan tiga tahap utama: Preparing for the Experiment, Design Experiment, dan Retrospective Analysis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan tes Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sebanyak 82% siswa telah menunjukkan penguasaan konsep. Hal ini berarti pendekatan berbasis permainan tradisional Jejamok efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bilangan bulat. Lesson study berperan signifikan dalam menyempurnakan desain pembelajaran, melalui proses kolaborasi antara guru, peneliti, dan rekan sejawat. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis konteks budaya lokal dan kolaborasi dalam lesson study dapat meningkatkan efektivitas pengajaran konsep matematika
Copyrights © 2025