Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES) terhadap globalisasi dan dampaknya terhadap masuknya barang impor. Menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dengan desain kuesioner dan wawancara mendalam, studi ini membedah bagaimana mahasiswi sebagai representasi konsumen perempuan di negara berkembang memposisikan diri di tengah arus pasar global. Penelitian ini mengungkap temuan utama yaitu sikap adaptif-defensif sebagai bentuk pengambilan keputusan. Sikap adaptif tercermin dari keterbukaan terhadap kemajuan teknologi dan kualitas produk global demi peningkatan kapasitas intelektual serta kemandirian ekonomi yang selaras dengan perspektif feminisme liberal. Secara bersamaan muncul sikap defensif yang dimanifestasikan melalui kesadaran kritis untuk membatasi konsumsi barang impor guna melindungi kedaulatan ekonomi lokal, sejalan dengan kekhawatiran feminisme marxis dan post kolonial. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengungkap kontradiksi antara kecenderungan impulsif dengan tanggung jawab intelektual mahasiswi terhadap ketahanan ekonomi nasional. Temuan ini memberikan kontribusi pada literatur globalisasi ekonomi dengan mengonstruksi profil mahasiswi sebagai aktor ekonomi yang berdaya dan mampu memilih secara bijak.
Copyrights © 2025