Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies)
Vol. 7 No. 2 (2025): Desember

Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)

Alfan Nasrullah, Achmad Muzammil (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Dec 2025

Abstract

Integrasi ilmu pengetahuan merupakan salah satu wacana sentral dalam upaya rekonstruksi epistemologi Islam kontemporer, yang direspons secara kritis oleh dua pemikir terkemuka: Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al-Faruqi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep integrasi ilmu dari kedua tokoh tersebut, dengan fokus pada persamaan, perbedaan, serta implikasi metodologisnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang bersifat kualitatif, menganalisis karya-karya primer dan sekunder, serta pendekatan komparatif-kritis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun sama-sama merespons hegemoni epistemologi Barat sekuler dan berkomitmen pada pengilmuan yang berakar pada worldview Islam, kedua pemikir ini menawarkan metodologi yang berbeda secara fundamental. Al-Attas menekankan proses “Islamisasi Ilmu” yang bersifat dekonstruktif dan bersifat mendasar (radikal). Bagi Al-Attas, Islamisasi dimulai dari purifikasi akal dan jiwa dari sekularisme, dualisme, dan unsur-unsur lain yang bertentangan dengan Tauhid, diikuti oleh pengisian kembali (infusion) dengan unsur-unsur kunci Islam (seperti Tuhan, wahyu, manusia, ilmu, dan agama) ke dalam kerangka ilmu kontemporer. Titik tolaknya adalah masalah ta‘rif (definisi) yang benar dalam bahasa Arab klasik sebagai medium konseptual Islam. Sementara itu, Al-Faruqi mengusulkan “Islamisasi Ilmu Pengetahuan” melalui sebuah rencana kerja (Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan) yang lebih sistematis-operasional. Metodenya bersifat lima tahap: penguasaan disiplin ilmu modern, penguasaan warisan Islam, penentuan relevansi Islam bagi disiplin ilmu, analisis kreatif dan sintesis, serta penyebaran ilmu yang telah diislamisasi. Pendekatan Al-Faruqi lebih bersifat integratif-akomodatif terhadap ilmu modern, dengan tujuan mengarahkannya untuk mengabdi pada nilai-nilai dan tujuan Islam (maqashid syariah). Secara kritis, konsep Al-Attas dinilai lebih filosofis-metafisik dan menekankan aspek bahasa dan kebudayaan, sedangkan Al-Faruqi lebih sosiologis-pragmatis dengan kerangka yang lebih terstruktur. Keduanya saling melengkapi: Al-Attas memberikan fondasi filosofis yang kokoh, sementara Al-Faruqi menawarkan peta jalan aplikatif. Namun, keduanya juga menghadapi kritik, seperti tantangan implementasi praktis dalam struktur akademik yang mapan dan risiko simplifikasi dalam proses integrasi. Studi ini menyimpulkan bahwa dialektika antara pendekatan filosofis-fundamental Al-Attas dan metodologis-operasional Al-Faruqi terus menjadi pijakan penting bagi pengembangan proyek integrasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam saat ini.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

CBJIS

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance Education

Description

Jurnal Studi Islam Lintas Negara, merupakan jurnal yang mengangkat tema-tema tentang berbagai isu yang menyangkut umat Islam di dunia internasional. Baik secara sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, maupun politik. Jurnal yang terbit enam bulan sekali ini di kelola oleh Pascasarjana Institut Agama ...