Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan asupan kalium dan cairan dengan tekanan darah pada pasien hemodialisis. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih secara total sampling. Data diperoleh melalui wawancara recall 2×24 jam, pengukuran tekanan darah, serta studi dokumentasi rekam medis elektronik. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan kalium normal–berlebih (54,4%), asupan cairan normal (50%), dan tekanan darah kategori normal tinggi hingga hipertensi derajat 2 (54,5%). Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara asupan kalium (ρ=0,753; p<0,001) serta asupan cairan (ρ=0,730; p<0,001) dengan tekanan darah. Penelitian menyimpulkan bahwa ketidakseimbangan asupan kalium dan cairan berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Pengaturan diet kalium, pembatasan cairan, serta edukasi gizi berkelanjutan sangat penting untuk mengoptimalkan kontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular.
Copyrights © 2026