Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran multidimensi, tidak hanya sebagai pusat transmisi ilmu agama (tafaqqahu fiddin) tetapi juga sebagai benteng moral dan agen penggerak dakwah (agent of da'wah). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis pesantren dalam memperkuat misi dakwah di tengah arus modernisasi dan tantangan kontemporer, seperti isu radikalisme, polarisasi sosial, dan perkembangan teknologi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada pesantren Miftahut Taufiq di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran strategis pesantren terwujud melalui tiga pilar: (1) Kaderisasi Da'i, melalui pembiasaan hidup sederhana, kemandirian, dan penguasaan kitab kuning; (2) Adaptasi Metode Dakwah, dengan mengintegrasikan media digital (Dakwah Digital) dan gerakan sosial (Dakwah Komunitas); dan (3) Penguatan Moderasi Beragama, dengan menanamkan nilai-nilai wasathiyah (moderat) melalui keteladanan Kyai dan kurikulum Ahlussunnah wal Jama'ah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesantren tetap relevan dan krusial sebagai pilar utama penguatan dakwah Islam yang kontekstual dan transformatif
Copyrights © 2026