Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan, merupakan wilayah padat penduduk yang rentan terhadap banjir karena berada di dataran rendah dan dilalui Sungai Pesanggrahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan masyarakat terhadap banjir berdasarkan modal fisik dan modal alam dalam kerangka pentagon aset (livelihood assets). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei terhadap 88 responden yang dipilih secara purposive random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup lima indikator modal alam dan lima indikator modal fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal fisik masyarakat tergolong lemah, terutama pada aspek kondisi rumah, akses air bersih, dan upaya mitigasi struktural, meskipun akses jalan saat banjir masih menjadi kendala utama. Pada modal alam cenderung mengalami penurunan, yang ditandai oleh berkurangnya ruang terbuka hijau, keterbatasan area resapan air, dan kedekatan permukiman dengan sumber banjir. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan ketahanan masyarakat melalui pengelolaan terpadu modal fisik dan modal alam, antara lain melalui peningkatan infrastruktur pengendalian banjir serta pemulihan fungsi lingkungan perkotaan secara berkelanjutan
Copyrights © 2026