Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIPLOMASI BENCANA: SEBUAH KATALIS PEMBANGUNAN KERJASAMA DAN PERDAMAIAN PASCA BENCANA TSUNAMI ACEH TAHUN 2004 [DISASTER DIPLOMACY: A CATALYST FOR POST-ACEH TSUNAMI DISASTER COOPERATION AND PEACE BUILDING IN 2004] Ramadhani, Rizqisani; Rahmat, Hayatul Khairul; Banjarnahor, Joshua
Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/al-ihtiram.v3i2.847

Abstract

Natural disasters require international attention because of their widespread impacts, including suffering, damage, and destruction of infrastructure. The 2004 Aceh earthquake and tsunami devastated much of Indonesia and killed an estimated 237,448 people. The Free Aceh Movement (GAM) rebellion began in 1976. After the tsunami, a peace agreement was reached in eight months, but political and internal factors were more influential in the long-term peace. This study uses a library research method. Library research is a method of collecting data by reviewing books, literature, records, and various reports that are relevant to the problem to be solved. A disaster is an event that threatens life and livelihoods, caused by natural, non-natural, or human causes. Its impacts are broad, from loss of life to environmental damage. Disaster diplomacy is an effort to use disaster-related activities to promote cooperation between countries or reduce conflict. An example is the case of Aceh, where the tsunami became a catalyst for peace between the Indonesian government and GAM. Both disasters and disaster diplomacy have significant impacts on society and international relations. Disasters have complex physical and socio-economic impacts. Disaster diplomacy shows that although devastating, disasters can also be catalysts for cooperation and peace, such as the peace in Aceh after the 2004 tsunami. Disaster management must include technical responses, risk mitigation, strengthening health systems, and international diplomacy to reduce impacts and strengthen global cooperation.
Ketahanan Masyarakat Menghadapi Banjir di Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan: Analisis Modal Fisik dan Modal Alam dalam Kerangka Pentagon Aset (Livelihood Assets)Analisis Modal Fisik dan Modal Alam dalam Kerangka Pentagon Aset (Livelihood Assets) Febrina, Intan; Nouval, ⁠Farras Muhammad; Ramadhani, Rizqisani; Rahman, Fathin Aulia; Saputra, ⁠Ilham; Ihsan, ⁠Rifqi Nur
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.968

Abstract

Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan, merupakan wilayah padat penduduk yang rentan terhadap banjir karena berada di dataran rendah dan dilalui Sungai Pesanggrahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan masyarakat terhadap banjir berdasarkan modal fisik dan modal alam dalam kerangka pentagon aset (livelihood assets). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei terhadap 88 responden yang dipilih secara purposive random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup lima indikator modal alam dan lima indikator modal fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal fisik masyarakat tergolong lemah, terutama pada aspek kondisi rumah, akses air bersih, dan upaya mitigasi struktural, meskipun akses jalan saat banjir masih menjadi kendala utama. Pada modal alam cenderung mengalami penurunan, yang ditandai oleh berkurangnya ruang terbuka hijau, keterbatasan area resapan air, dan kedekatan permukiman dengan sumber banjir. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan ketahanan masyarakat melalui pengelolaan terpadu modal fisik dan modal alam, antara lain melalui peningkatan infrastruktur pengendalian banjir serta pemulihan fungsi lingkungan perkotaan secara berkelanjutan