Di berbagai negara berkembang, keberlanjutan finansial lembaga pendidikan tinggi swasta sangat bergantung pada jumlah pendaftaran mahasiswa, disebabkan oleh keterbatasan diversifikasi sumber pendapatan. Berbeda dengan universitas negeri yang memperoleh dukungan substansial dari subsidi pemerintah, universitas swasta pada umumnya bergantung pada biaya kuliah sebagai sumber pendapatan utama. Ketergantungan ini mendorong banyak institusi swasta untuk mengalokasikan sumber daya keuangan yang signifikan guna mendukung inisiatif promosi yang dirancang untuk menarik calon mahasiswa. Melalui strategi pencitraan merek (branding) yang efektif, universitas swasta semakin memanfaatkan platform media sosial—terutama Instagram—sebagai alat strategis untuk membangun jejaring sosial serta meningkatkan kesadaran informasi di kalangan audiens berusia setara dengan pelajar sekolah menengah atas. Penelitian ini mengkaji potensi penerapan strategi promosi berbasis algoritma Instagram dengan menggunakan teknik digital marketing influence maximization, khususnya viral marketing dan influencer marketing, yang umumnya diterapkan di sektor komersial. Temuan penelitian menguraikan tiga strategi pemasaran dengan potensi manfaat yang signifikan: memanfaatkan mekanisme viral marketing, mengidentifikasi dan melibatkan key opinion leaders (KOL) yang tepat dalam influencer marketing, serta mengoptimalkan penggunaan tagar (hashtag) secara strategis. Selain itu, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dengan menawarkan kerangka konseptual untuk perumusan strategi promosi dan mengusulkan metodologi evaluatif untuk mengukur efektivitas promosi. Pendekatan evaluasi tersebut meliputi penerapan metrik brand influence dan engagement rate, yang ditunjukkan melalui studi kasus singkat.
Copyrights © 2026