Kulit merupakan organ terbesar yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan fisiologis tubuh. Hidrasi kulit mencerminkan integritas sawar epidermal dan dapat digunakan sebagai indikator kesehatan fisik serta kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini status hidrasi kulit pada komunitas Lebak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan kulit dan keseimbangan cairan tubuh. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mencakup perencanaan, pemeriksaan, evaluasi, dan tindak lanjut edukatif. Pemeriksaan kadar air, minyak, dan hidrasi kulit dilakukan secara non-invasif menggunakan skin analyzer pada 69 partisipan dewasa. Hasil menunjukkan mayoritas partisipan memiliki kadar minyak dan air kulit yang tergolong kering (72,5% dan 71,1%), namun tingkat hidrasi kulit umumnya berada pada kategori baik (moist, 87%). Temuan ini mengindikasikan adanya adaptasi fisiologis terhadap lingkungan alami serta pola hidup tradisional yang relatif minim paparan bahan kimia. Terdapat pula kecenderungan penurunan hidrasi kulit seiring bertambahnya usia, dan perbedaan kadar minyak–air antara laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh faktor hormonal. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan memperkuat peran kader lokal dalam upaya promotif–preventif berbasis komunitas. Deteksi dini hidrasi kulit direkomendasikan sebagai skrining sederhana dan aplikatif untuk menilai kesehatan fisik serta kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026