Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa aspek dalam pendidikan yang meliputi: aspek pedagogi (rendahnya keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran dengan dunia kerja), aspek teknologi (kebutuhan penggunaan aplikasi digital, seperti aplikasi wordwall untuk pembelajaran yang terstruktur) dan aspek kontekstual (pentingnya pengembangan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa SMK di daerah untuk mengurangi kesenjangan pendidikan). Penelitian ini menggunakan desain mixed methods sequential explanatory dengan pendekatan quasi experiment (non equivalent control group). Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMK di Kabupaten Tana Toraja. Data dikumpulkan melalui tes bahasa Inggris, skala persepsi, observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) hasil uji Wilcoxon Signed Rank (Z = −4.782, p < 0.001) r= 0,87, dimana skor post-test lebih tinggi dibanding skor pre-test, sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test pada kemampuan bahasa Inggris siswa Selain itu, hal ini juga mengindikasikan bahwa metode pengajaran TBLL memiliki dampak yang positif pada peningkatan skor bahasa Inggris siswa; (2)hasil uji U-Mann Whitney sebesar 98.0, p < 0.001 (Z = -5.624). Nilai p < sig.0.05 mengindikasikan terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga disimpulkan bahwa metode TBLL berbasis aplikasi wordwall lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa SMK; (3)hasil analisis tematik menunjukkan adanya peningkatan kosakata dan kemampuan berbicara aktif siswa, serta persepsi positif terhadap metode ini. Implikasi penelitian ini menghasilkan kerangka praktis untuk menerapkan metode TBLL berbasis aplikasi wordwall dalam konteks pembelajaran vokasi.
Copyrights © 2025