Perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat sebagai dampak dari transformasi teknologi, perkembangan digital, dan dinamika sosial telah menciptakan kondisi di mana berbagai generasi bekerja secara bersamaan dalam satu organisasi. Keberadaan Baby Boomers, Generasi X, Generasi Milenial, dan Generasi Z membawa perbedaan dalam nilai-nilai, sikap, serta orientasi terhadap pekerjaan. Perbedaan tersebut berpengaruh terhadap cara individu berinteraksi, tingkat kinerja yang dihasilkan, serta efektivitas kepemimpinan organisasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika antar generasi di lingkungan kerja sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pemimpin untuk menyesuaikan pendekatan kepemimpinan dalam mengelola tenaga kerja multigenerasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif-kritis melalui kajian terhadap sejumlah artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan isu generasi kerja dan kepemimpinan. Literatur dianalisis secara tematik untuk menggambarkan karakteristik setiap generasi, mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi pemimpin, serta merumuskan pendekatan kepemimpinan yang dianggap adaptif berdasarkan temuan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan generasi memengaruhi cara individu memandang pekerjaan, tingkat loyalitas, pola komunikasi, serta harapan terhadap organisasi. Tantangan utama bagi pemimpin meliputi perbedaan nilai kerja, variasi gaya komunikasi, kesenjangan kemampuan digital, dan potensi munculnya konflik antar generasi. Kajian literatur juga menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif yang dikombinasikan dengan prinsip kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan melayani menjadi pendekatan yang relevan dalam merespons dinamika tenaga kerja multigenerasi. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan studi kepemimpinan serta menjadi acuan praktis bagi pimpinan organisasi dalam mengelola tenaga kerja multigenerasi secara efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025