Kecamatan Lindu memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha peternakan kerbau, ditunjang oleh kondisi alam yang mendukung serta harga jual kerbau yang cukup tinggi, yaitu antara Rp20.000.000 hingga Rp40.000.000 per ekor. Potensi ini menjadikan peternakan kerbau sebagai salah satu sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha peternakan kerbau di Desa Langko, Kecamatan Lindu. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel ditentukan secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 33 peternak kerbau. Analisis data dilakukan melalui perhitungan kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan discount rate sebesar 6% sesuai suku bunga KUR BRI, usaha peternakan kerbau menghasilkan NPV sebesar Rp2.480.888.628, rasio B/C 3,3, dan Payback Period selama 1 tahun 11 bulan. Selanjutnya, analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa pada peningkatan biaya pakan hingga 20% maupun penurunan harga jual hingga 20%, usaha peternakan kerbau di Desa Langko tetap layak dijalankan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa usaha peternakan kerbau di Desa Langko Kecamatan Lindu layak secara finansial serta memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut.
Copyrights © 2025