Penelitian ini menganalisis kontribusi filsafat pendidikan Islam terhadap pengembangan kurikulum Madrasah Ibtidaiyah (MI) berbasis karakter pada era pendidikan modern. Berbagai studi mutakhir menunjukkan bahwa kurikulum MI perlu dirancang tidak hanya untuk pencapaian akademik, tetapi juga untuk penguatan nilai-nilai moral, religiusitas, kedisiplinan, dan integritas peserta didik. Prinsip-prinsip filsafat pendidikan Islam seperti keseimbangan akal, akhlak, dan spiritualitas menjadi fondasi dalam membangun kerangka kurikulum yang menempatkan karakter sebagai orientasi utama (Romli et al., 2023; Fathurohim, 2023). Kajian empiris terbaru menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam internalisasi nilai melalui strategi pembelajaran kontekstual, keteladanan, dan pembiasaan (Karwadi & Indrawan, 2023; Hidayat & Hidayat, 2023). Inovasi kurikulum berbasis karakter juga ditunjang oleh integrasi teknologi pendidikan, kurikulum merdeka, serta lingkungan sekolah dan pesantren yang kondusif (Kulsum et al., 2024; Muslimin, 2023; Tibyan & Romli, 2025). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memberikan arah paradigmatik bagi pengembangan kurikulum MI, yaitu dengan menjadikan nilai keislaman sebagai pusat desain, implementasi, dan evaluasi kurikulum. Penguatan karakter religius, moral, dan sosial peserta didik terbukti lebih efektif ketika kurikulum dibangun secara integratif antara dimensi keilmuan, akhlak, dan praktik keseharian (Ghofur et al., 2024; Rosita et al., 2024/2025). Kesimpulannya, pengembangan kurikulum MI berbasis karakter harus berlandaskan epistemologi dan aksiologi pendidikan Islam yang holistik, responsif terhadap perkembangan zaman, serta adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan tuntutan masyarakat. Kata Kunci: filsafat pendidikan Islam, kurikulum MI, pendidikan karakter, kurikulum berbasis karakter, madrasah ibtidaiyah.
Copyrights © 2025