Studi ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara narsisme CEO, ukuran dewan komisaris, direksi perempuan, kesulitan keuangan, risiko perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap penghindaran pajak. Dengan menggunakan metode purposive samping pada populasi perusahaan, sehingga mendapat sampel sesuai dengan kriteria sebanyak 40 perusahaan pada sektor basic material yang tercatat di BEI pada periode 2021-2023 dengan 120 laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda, analisis data pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak analisis statistik. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa narsisme CEO, ukuran dewan komisaris, direksi perempuan, kesulitan keuangan, risiko perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh simultan terhadap penghindaran pajak. Kemudian, kesulitan keuangan, risiko perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak, sedangkan narsisme CEO, ukuran dewan komisaris dan direksi perempuan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Dalam konteks ini, manajer bertujuan untuk mengurangi beban pajak perusahaan guna mempertahankan kinerja dan meringankan beban keuangan, meskipun langkah ini dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan pajak. Dengan demikian, posisi dan karakteristik keuangan perusahaan memengaruhi teknik penghindaran pajak, meskipun faktor-faktor pribadi seperti narsisme CEO dan keberagaman gender di dewan direksi belum terbukti memiliki dampak substansial terhadap perilaku oportunistik agen.
Copyrights © 2026