Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana keberadaan dewan direksi wanita dan faktor keuangan memengaruhi tingkat pengungkapan laporan keberlanjutan di industri farmasi Indonesia. Mengingat ketidakpatuhan terhadap regulasi dapat merugikan perusahaan, pelaporan keberlanjutan menjadi alat penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas. Kehadiran perempuan dalam dewan direksi berpotensi meningkatkan keterbukaan dalam laporan keberlanjutan, sementara aspek keuangan seperti profitabilitas, liabilitas, dan ukuran perusahaan juga berkontribusi, meskipun dampaknya bervariasi tergantung pada karakteristik industri. Melalui penelitian ini, diharapkan perusahaan dapat lebih memahami strategi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memberikan masukan bagi pembuat kebijakan dalam merancang regulasi yang mendukung praktik keberlanjutan dan kesetaraan gender di dunia korporasi.Pa
Copyrights © 2026