Fenomena penghakiman public melalui media sosial telah mengubah cara masyarakat memahami konsep kebaikan dan moralitas. Film Budi Pekerti (2023) karya Wregas Bhanuteja menampilkan dinamika nilai moral di era digital, ketika tindakan seseorang dapat dipelintir menjadi citra negatif melalui media. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna kebaikan dan moral yang direpresentasikan dalam film tersebut menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis semiotik terhadap adegan, dialog, serta tanda-tanda visual dalam film. Analisis dilakukan melalui tiga lapisan makna Barthes denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merefleksikan pergeseran nilai moral di masyarakat Indonesia, di mana opini publik lebih dominan daripada nilai kebenaran individual. Kebaikan ditampilkan sebagai keberanian mempertahankan nilai kemanusiaan di tengah tekanan sosial, sedangkan moral diposisikan sebagai benturan antara etika personal dan moralitas kolektif yang dibentuk oleh ruang digital.
Copyrights © 2025