Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam gambaran tentang kecemasan melakukan komunikasi interpersonal pada remaja yang tinggal di pondok pesantren. Partisipan utama penelitian ini sebanyak 4 orang, terdiri dari dua orang laki-laki dan dua orang perempuan dengan karakteristik sebagai berikut: remaja yang menetap tinggal di pondok pesantren, berusia 12-18 tahun, ditambah partisipan pendukung (significant person). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi saat wawancara berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan melakukan pengorganisasian data-data yang diperoleh di lapangan, lalu dikelompokkan menjadi tema-tema dan diambil kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa partisipan mengalami kecemasan melakukan komunikasi interpersonal dengan memperlihatkan perilaku bingung, merasa takut, khawatir, ragu-ragu, dan terbata-bata saat berbicara dengan orang lain sehingga kalimat yang diucapkan menjadi tidak jelas dan sulit dimengerti. Adapun usaha yang dilakukan subjek untuk mengurangi kecemasan adalah dengan memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan orang lain, menjaga sikap dan berusaha tidak melakukan hal-hal yang menjadikan cemas saat berkomunikasi, walaupun tetap merasa cemas namun kecemasan dirasa sedikit berkurang. Keywords: kecemasan dalam komunikasi interpersonal, remaja yang tinggal di pondok pesantren.
Copyrights © 2026