This study aims to analyze the effectiveness of data-driven school policies in improving student literacy and numeracy outcomes at SMP Negeri 1 Anggana through a targeted intervention program. The primary focus of this study was evaluating the impact of supplemental numeracy tutoring provided to 45 selected students in preparation for the Computer-Based National Assessment (ANBK). The results showed that the school's numeracy achievement increased significantly from 60% in 2023 to 84.44% in 2024, reaching the Good category (95.56%) in 2025. Furthermore, the Chromebook-based literacy program and the School Literacy Movement also boosted literacy achievement to 95.56% in 2025. These findings demonstrate that technology-based interventions and intensive tutoring are effective in strengthening students' basic competencies. However, the program's limited reach, which only covers a subset of students, still creates gaps in achievement. Therefore, expanding access and program equity are priorities to ensure equitable learning for all students. The research results show that data-driven interventions and intensive mentoring significantly improve students' basic competencies. However, the effectiveness of the policy still needs to be strengthened in terms of equity, as some programs still focus on specific student groups. Therefore, expanded access and program sustainability are needed to ensure that all students receive equal and sustainable learning opportunities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan sekolah berbasis data dalam meningkatkan capaian literasi dan numerasi peserta didik di SMP Negeri 1 Anggana melalui program intervensi yang terarah. Fokus utama penelitian ini adalah evaluasi dampak bimbingan belajar tambahan numerasi yang diberikan kepada 45 siswa terpilih dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Hasil menunjukkan bahwa capaian numerasi sekolah meningkat signifikan dari 60% pada tahun 2023 menjadi 84,44% pada tahun 2024, dan mencapai kategori Baik (95,56%) pada tahun 2025. Selain itu, program literasi berbasis Chromebook dan Gerakan Literasi Sekolah juga mendorong peningkatan capaian literasi menjadi 95,56% pada tahun 2025. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis teknologi dan bimbingan intensif mampu memperkuat kompetensi dasar siswa secara efektif. Namun, keterbatasan sasaran program yang hanya mencakup sebagian siswa masih menimbulkan kesenjangan capaian. Oleh karena itu, perluasan akses dan pemerataan program menjadi prioritas untuk menjamin keadilan pembelajaran bagi seluruh peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis data dan pendampingan intensif mampu meningkatkan kompetensi dasar siswa secara signifikan. Namun, efektivitas kebijakan masih perlu diperkuat dalam hal pemerataan, karena sebagian program masih berfokus pada kelompok siswa tertentu. Oleh karena itu, perlu perluasan akses dan keberlanjutan program agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025