Kemajuan media sosial telah memengaruhi dinamika relasi antara remaja dan orang tua, khususnya dalam bentuk konflik terkait penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan resolusi konflik siswa SMA dalam menghadapi konflik dengan orang tua terkait penggunaan media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa SMA yang aktif menggunakan media sosial. Data di susun melalui kuesioner skala Likert lima tingkat yang dikembangkan berlandaskan teori gaya penyelesaian konflik Thomas dan Kilmann. Hasil uji validitas menghasilkan 18 item valid, dengan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,924). Analisis deskriptif menggambarkan skor rata-rata keterampilan resolusi konflik sebesar 3,27 pada skala 1–5, yang termasuk dalam kelompok sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kemampuan dasar dalam mengelola konflik, namun belum maksimal dalam mengelola konflik secara positif dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan layanan bimbingan dan konseling sekolah dengan menunjukan pentingnya penguatan keterampilan resolusi konflik siswa sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi keluarga di era digital.
Copyrights © 2026