Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deep Learning Policy Implementation for Character Development: An Edwards III Model Analysis in Indonesian Elementary Schools Wulandari, Rosida Dwi; Khamidi, Amrozi; Roesminingsih, Erny; Amalia, Kaniati; Hazin, Mufarrihul; Purwoko , Budi
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2838

Abstract

Deep Learning policy implementation in Indonesia aims to transform pedagogical practices through mindful, meaningful, and joyful learning principles to develop holistic character aligned with Pancasila Student Profile dimensions. However, systematic analysis of implementation dynamics using comprehensive theoretical frameworks remains limited, particularly in elementary school contexts. This qualitative instrumental case study employed the Edwards III model to analyze Deep Learning policy implementation at SD Negeri 2 Kesamben involving 15 participants. Data were collected through semi-structured interviews, 18 classroom observations, and document analysis, then analyzed using thematic analysis with NVivo 14 software.  Findings revealed communication distortion from leadership (95% comprehension) to technical implementation (55%), resource disparities between trained (4.2) and untrained teachers (3.3), implementor disposition variations (75% positive, 25% neutral/resistant), and bureaucratic structure challenges in coordination. Deep Learning principles achieved 66.7%-100% implementation rates, yielding significant character development across eight dimensions, particularly collaboration (4.5), creativity (4.3), and communication (4.2). School culture emerged as a moderating factor facilitating implementation effectiveness. Results validate the Edwards III model's applicability in developing country contexts while identifying factor interactions and cultural dimensions as critical implementation determinants. Successful implementation requires simultaneous attention to communication clarity, capacity building, positive dispositions, and enabling bureaucratic structures within supportive organizational cultures. Findings provide practical guidance for schools implementing transformative pedagogical policies within Indonesia's Merdeka Curriculum framework.
Analisis Kemampuan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Konflik dengan Orang Tua Terkait Penggunaan Media Sosial Risqita, Tias July; Ilhamudin , Farid; Purwoko , Budi
Journal of Education Research Vol. 7 No. 1 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i1.3031

Abstract

Kemajuan media sosial telah memengaruhi dinamika relasi antara remaja dan orang tua, khususnya dalam bentuk konflik terkait penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan resolusi konflik siswa SMA dalam menghadapi konflik dengan orang tua terkait penggunaan media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa SMA yang aktif menggunakan media sosial. Data di susun melalui kuesioner skala Likert lima tingkat yang dikembangkan berlandaskan teori gaya penyelesaian konflik Thomas dan Kilmann. Hasil uji validitas menghasilkan 18 item valid, dengan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,924). Analisis deskriptif menggambarkan skor rata-rata keterampilan resolusi konflik sebesar 3,27 pada skala 1–5, yang termasuk dalam kelompok sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kemampuan dasar dalam mengelola konflik, namun belum maksimal dalam mengelola konflik secara positif dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan layanan bimbingan dan konseling sekolah dengan menunjukan pentingnya penguatan keterampilan resolusi konflik siswa sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi keluarga di era digital.