Kesehatan merupakan hak asasi setiap manusia, sumber daya manusia yang sehat sertaberkualitas merupakan modal utama. Upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatanmasyarakat yang terjangkau melalui pemberdayaan masyarakat dalam bentuk UKBM (Upaya KesehatanBersumber daya Masyarakat) adalah melalui posyandu yang pengelolaannya adalah dari,oleh, untuk dan bersama masyarakat. Upaya peningkatan peran dan fungsi posyandu bukan sematamatatanggung jawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di masyarakat, termasukkader sebagai penggerak masyarakat. Minimnya fungsi posyandu maka diupayakan suatu bentukRevitalisasi Posyandu dalam mengurangi status gizi serta kesehatan ibu dan balita. Dasar pemikirandalam penelitian bahwa dalam meningkatkan fungsi serta kinerja posyandu sebagai bentuk revitlisasidi antaranya melalui kinerja kader posyandu berdasarkan beberapa variabel, di antaranya berdasarkankeaktifan kader posyandu, pengetahuan kader, latar belakang pendidikan, usia kader sertamotivasi kader. Metodologi yang digunakan adalah metode deskritif kuantitatif dengan instrumenpenelitian terdiri dari beberapa daftar pertanyaan (kuesioner). Pengolahan data menggunakananalisis statistik parametris melalui pengujian t-test terhadap 20 (duapuluh) responden yaitu kaderposyandu di Kelurahan Lebakgede Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon. Hasil penelitian menunjukan55% kader posyandu berlatar belakang pendidikan menengah dengan usia produktif 25sampai 29 tahun. Uji statistik menggunakan t-test dengan nilai t hit 1.684 dan 0.560 berturut turutmenyatakan bahwa kader posyandu aktif dan memiliki motivasi yang baik sebagai kader posyandu.Pengetahuan kader terkategori cukup perlu upayakan tindak lanjut dalam bentuk pelatihan, pendampinganteknis oleh tenaga professional sebagai bentuk penyempurnan kader posyandu yanglebih baik.Kata kunci: Kader Posyandu, Kesehatan Masyarakat, Revitalisasi Berbasis Karakter
Copyrights © 2016