Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penggunaan bahan alam seperti bawang putih dan buah pare menjadi alternatif pengobatan karena kandungan senyawa aktif yang bersifat antidiabetik. Tujuan: Meneliti pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang putih dan buah pare terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperglikemik. Metode: Penelitian eksperimental dengan 7 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (K− ), kontrol positif (K+), obat glibenklamid (P0), ekstrak bawang putih dosis 100 mg/kgBB (P1) dan 150 mg/kgBB (P2), serta ekstrak buah pare dosis 100 mg/kgBB (P3) dan 150 mg/kgBB (P4). Kadar glukosa darah diukur setelah pemberian perlakuan selama 14 hari. Hasil: Rata-rata kadar glukosa tertinggi terdapat pada K+ (448,2 mg/dL) dan terendah pada P4 (103,4 mg/dL). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Kesimpulan: Ekstrak bawang putih dan buah pare efektif menurunkan kadar glukosa darah, terutama pada dosis 150 mg/kgBB buah pare yang menunjukkan penurunan paling signifikan.
Copyrights © 2025