Sebagai salah satu tradisi sastra paling berpengaruh dalam khazanah Islam, Madaih Nabawiyah hadir sebagai wujud cinta dan penghormatan mendalam umat kepada Nabi Muhammad SAW melalui bait-bait pujian yang terus hidup dari masa ke masa. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan tradisi syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW melalui analisis terhadap karya-karya utama empat penyair yakni Ka’ab bin Zuhair, Al-Bushiri, Al-Shashari, dan Al-Barudi. Penelitian dilakukan dengan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis dan estetika sastra. Pendekatan historis dipakai untuk menelusuri latar belakang sosial, politik, dan keagamaan yang melingkupi kehidupan para penyair, sedangkan pendekatan estetika difokuskan pada pengungkapan gaya bahasa, simbolisme, dan nilai artistik dalam puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ka’ab bin Zuhair menjadi figur awal yang memantapkan tradisi melalui syair Banat Su’ad, yang ditulis sebagai bentuk tobat dan pengakuan keimanannya. Karya tersebut tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai pelopor, tetapi juga menjadi model awal puisi pujian dalam Islam. Pada periode berikutnya, Al-Busiri menghadirkan Qasidah al-Burdah, karya yang kemudian mencapai popularitas luas dan menjadi rujukan dalam tradisi pembacaan, hafalan, dan pengajian di dunia Islam. Tradisi ini terus berkembang melalui Al-Sharshari yang memadukan spiritualitas mendalam dengan gaya Bahasa yang halus, serta Al-Barudi yang memberi sentuhan pembaruan dengan mengharmonikan corak klasik dan modern dalam gerakan al-ihya al-adabi.
Copyrights © 2025