Penelitian dilakukan untuk mendukung arah pengembangan wilayah Kabupaten Jember yang difokuskan pada penguatan agribisnis, pariwisata, serta usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan sesuai RTRW Kabupaten Jember 2015–2035. Kabupaten Jember sebagai salah satu wilayah strategis di Jawa Timur memiliki potensi ekonomi beragam, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga perdagangan dan jasa. Namun, pembangunan ekonominya belum merata dan menghadapi tantangan berupa ketimpangan antarwilayah, ketergantungan pada sektor tertentu, serta kerentanan terhadap dinamika pasar global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif melalui tiga analisis utama, yaitu analisis LQ, DLQ, dan Tipologi Klassen. Tujuannya adalah mengidentifikasi sektor basis, prospektif, serta sektor yang perlu mendapat prioritas dalam pembangunan daerah, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian Jember serta arah strategi yang sesuai dengan potensi lokal dan prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LQ mengidentifikasi sektor basis seperti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan; Informasi dan Komunikasi; Administrasi Pemerintahan; Pendidikan; serta Kesehatan sebagai sektor dengan keunggulan komparatif. Namun, DLQ mengungkapkan bahwa tidak semua sektor basis memiliki prospek pertumbuhan; pertanian cenderung stagnan, sementara sektor jasa seperti Informasi dan Komunikasi serta Pendidikan lebih prospektif. Tipologi Klassen memperkuat hasil ini dengan menempatkan pertanian sebagai sektor potensial, sedangkan sektor jasa strategis diidentifikasi sebagai pilar transformasi ekonomi. Dengan demikian, strategi pengembangan Jember perlu diarahkan pada penguatan agribisnis berkelanjutan serta percepatan sektor jasa prospektif untuk mewujudkan struktur ekonomi yang inklusif, resilien, dan kompetitif.
Copyrights © 2025