Pertumbuhan penduduk dan perkembangan Kota Medan yang cukup pesat ditandai oleh peningkatan jumlah penduduk berdampak pada pertumbuhan kota. Dengan jumlah penduduk yang meningkat, kebutuhan akan lahan permukiman juga meningkat. Kota Medan adalah contoh kota yang mengalami perkembangan pemukiman penduduk yang terus berkembang, mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air hujan, akibat luas daerah yang ditutupi oleh perkerasan untuk pemukiman penduduk yang semakin luas dan menyebabkan terjadinya genangan air bahkan bisa terjadi banjir. Perkembangan pemukiman harus didukung dengan infrastruktur sistem drainase yang baik, sehingga pada saat musim hujan daerah ini tidak mengalami banjir dan genangan yang tinggi lagi di sepanjang jalan lintasan yang ada. Seperti diketahui bahwa sebagian besar wilayah di Kota Medan merupakan daerah yang selalu dilanda banjir jika musim penghujan tiba. Penanggulangan bencana merupakan langkah penting dalam meminimalkan kerugian akibat bencana alam, terutama bencana banjir. Di Kota Medan, ancaman banjir sangat tinggi mengingat kondisi geografis dan hidrologi yang rentan terhadap genangan air. Salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat adalah melalui sosialisasi. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan kepada warga Aisyiyah Sekota Medan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana, termasuk pencegahan, evakuasi, dan pemulihan pasca-bencana. Kegiatan ini diadakan pada 5 Oktober 2025 di Aula Annisa Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Medan dan mengundang peran aktif masyarakat dalam mengurangi dampak bencana. Diharapkan sosialisasi ini dapat menumbuhkan budaya sadar bencana di kalangan masyarakat serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi bencana banjir. Hasil sosialisasi dan penyuluhan menunjukkan antusias yang tinggi dari warga aisyiyah yang hadir pada pertemuan tersebut dan kesepakatan tim pengabdi dan warga aisyiyah didapatkan bahwa warga aisyiyah akan menerapkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir.
Copyrights © 2025